Kamis, 11 Desember 2014

Tiba Libur Membawa Nikmat


Libur akhir semester telah tiba, aku berencana menghabiskan liburanku di rumah saudara laki-laki dari ibuku
Setelah melewati 8 jam perjalanan menggunakan Bus. Hari minggu pagi aku telah berdiri di depan rumah om irvan.
dogk . dogk.. dogk . aku mengetuk pintu, mungkin karena kedatanganku yang terlalu pagi pintu rumah om irvan masih tertutup
setelah 3 kali aku mengetuk pintu baru terdengar suara sahutan dari dalam rumah

"cari siapa yaa mas?" terdengar suara seorang wanita berwajah oriental yaang memakai daster tanpa lengan berwarna krem, yang memperlihatkan kulit mulusnya, saat melihatku berdiri di depan pintu

"uhm, saya andri tante...." belum sempat aku melanjutkan perkataanku, terdengar suara tante mita istri om irvan yang memang berdara chinese monado memotong "andri anaknya mbak heni itu ya, tumben maen kesini, udah gede lagi, makin ganteng aja" suara tante mita nyerocos senang melihat kedatanganku

"iya tante, mumpung dapet libur lumayan lama, oh iya om irvannya mana tante" kataku, mataku melotot melihat payudara tante mita bergoyang-goyang bebas saat tertawa, mungkin tante mita tidak memakai bra saat tidur.

"waduh om irvanmu lagi ngurusin bisnis keluar kota ndri.. nanti sore tante juga nyusul kesana. kebutulan ada kamu, bisa tante titip jagain rumah sama nemenin dita dan fina dirumah" kata tante mita "yuk masuk, kamu pasti capek setelah perjalanan jauh" sambung tante mita sambil membuka pintu lebih lebar mempersilakan aku masuk, aku duduk diruang tamu ditemani tante mita yang menanyakan keadaan keluargaku

"tante kamar mandinya dimana? andri mau mandi dulu" tanyaku ke tante mita



aku pun mandi untuk melepaskan lelah, tiba-tiba kamar mandi terbuka seorang cewek berdiri didepan pintu dengan wajah sedikit memerah melihat batang kontiku setengah menegang.

"aduh maaf. aku gak tau ada orang di kamar mandi" kata cewek amoy berkulit putih, dan langsung menutup pintu kamar mandi dengan wajah malu.
"goblok banget, kenapa aku lupa ngunci pintu kamar mandi" batinku setelah kejadian barusan "mungkin itu tadi si dita, wew sekarang toketnya gede"


siangnya aku makan bertiga dengan tante mita, dita dan fina.
terlihat jelas ada kecanggungan antara aku dan dita setelah kejadian di kamar mandi tadi pagi

dita yang baru naik ke kelas 2 SMA, berkulit putih dengan tonjolan toket yang lumayan gede untuk ukuran anak seumurannya sementara fina yang baru kelas 3 SMP berkulit sedikit lebih hitam, dengan toket yang baru tumbuh, tapi berwajah lebih cantik dari kakaknya


malamnya ternyata hujan turun dengan cukup deras, di dalam rumah yang gelap karena listrik padam hanya ada aku, dita dan fina setelah tadi sore tante mita berangkat menyusul om irvan

"kak tidurnya bertiga aja ya, aku sama kak dita takut nih" kata fina kepadaku

aku jadi tidak bisa tidur karena disamping kanan dan kiriku ada 2 bidadari cantik.. dita tidur miring membelakangiku dan si fina tidur telentang di samping kananku

saat dita membalikkan badan tangannya pas mendarat di atas kontiku, yang membuat kontiku menegang. pelan-pelan aku meletakkan tangannya diatas toket sekelnya
aku memberanikan diri sedikit meremasnya, tampaknya dita tidur nyenyak sekali

tanganku semakin gencar meremas, berpindah diantara kedua toket dita.. ku dekatkan bibirku, ku kecup lembut bibir dita yang masih tertidur.. lidahku berusaha menyusup ke dalam mulutnya, tanganku menyusup ke dalam baju dita meremas payudara dita. "eeehhhm" lenguhan dita saat aku memilin putingnya

"kak apa yang kam ..." aku langsung mendekap mulut dita "sssstt, tar fina bangun" kataku masih sibuk meremas toket dita, "mmmmhhh.. uuuhhhhh" lenguh dan rintihan dita yang tertahan dekapam tanganku.. sementara tanganku yang satunya masih gencar meremas dam memilin kedua toket dita.

dita menggigit bibirnya untuk menahan suara rintihannya saat kedua tanganku meremas kedua toketnya

aku mendekatkan wajahku kembali melumat habis bibirnya.. yang disambut dengan dita yang membuka bibirnya mempersilahkan lidahku bermain-main di rongga mulutnya
saat dita sibuk membalas lumatanku aku perlahan menyingkap baju dan bra yang dipakai dita untuk mempermudah akses tanganku di toket sekelnya

"toketmu seksi banget dit, putingmu bikin ngaceng" kataku melihat tubuh seperempat telanjang dita
"kak jangan kak, aku ini kan.. uuuhhhhmmmm" dita tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat aku mempermainkan kedua puting pink dita "orang kamu merintih keenakan gitu kok bilang jangan" ucapku tak menghentikan aktifitas tanganku
"aaaarrrrrgggg" dita menjerit saat aku menarik putingnya sedikit keras
"kamu berisik juga yaa ternyata" ejekku melihat dita terus merintih menerima permainan tanganku

"putingmu udah keras banget ni, boleh donk aku cium" tanpa menunggu jawaban aku langsung melahap rakus puting pink kecoklatan dita, yang membuat rintihan dita semakin keras.

"jangan keras-keras sayang, nanti fina bangun" ucapku diselah lumatanku di atas toketnya, tak lupa juga aku meninggalkan banyak bekas merah cupangan seakan memberi tanda kalo toket dita properti pribadi milikku.. aku kembali memagut bibir kenyal dita, yang di sambut dengan lebih ganas olehnya


kami berdua sedikit kaget dan sontak menghentikan aktifitas kami saat terdengar suara dari fina yang ternyata hanya merubah posisi tidurnya

"dita pasti sering gini ya sama cowoknya? toket dita juga pasti sering diremas? cowok dita pasti suka netek puting pink dita ya?" tanyaku berbisik di telingga dita disela jilatan-jilatanku di telinganya.. "jawab donk dita sayang" tanyaku lagi saat hanya mendengar erangan dari mulut dita
"eng.. enggakk kak.. uuhhhmm , kakak yang pertama netek susu dita" jawab dita di selingi lenguhannya
"panggil sayang donk" godaku lagi sambil tanganku mengelus perutnya dan perlahan menyusup ke dalam celana dita
tangan dita menahan tanganku mencoba menghentikan penjelajahan tanganku
perlahan tangan dita melemas saat aku menjilati telinganya
tangan dita masih memegang lenganku tapi tidak berusaha menariknya keluar dari dalam celananya

"udah basah banget ya ternyata" kataku saat mengetahui ternyata celana dalam dita sudah sangat basah

clookk... cloookk.. clookkk bunyi tanganku terkena cairan saat aku mempercepat tanganku di dalam celana dita

"aaahhh.. ahhh.. oohhhh" erangan dita semakin menjadi "aaaahhhhhmmm" suara erangan dita dengan punggung yang melengkung seperti busur, sedikit tertahan saat dia menggigit ujung bantalnya.. saat aku memberikan orgasme pertama untuk dita malam ini, diiringi dengan cairan Big O dita yang membasahi tanganku

"kamu cantik banget tadi sumpah" kataku sambil mencium dita yang masih lemas

kini tak ada sehelai benangpun yang melekat di tubuh kami berdua
aku mulai menuntun tangan dita untuk menggenggam batang kontiku yang sudah tegang dari tadi.. mengarahkan tangan dita membuat gerakan mengocok di batang kontiku reflek dita langsung mendekatkan wajahnya dan mulai mengoral kontiku
dita cepat menguasai tugas barunya, membuatku hampir ngecroot dimulutnya

aku menarik penisku dan mulai memposisikan kaki dita seperti huruf M yang membuat memek tembeb berbulu tipis milik dita terpampang jelas.. setelah mengecup dan menjilat memek dita sebentar.. aku mulai mengarahkan ujung kontiku ke belahan memek dita yang sangat sempit

"kak pelan-pelan ya, ini yang pertama buat dita" kata dita dengan mata sayu, yang hanya aku jawab hanya dengan anggukan kepala

aku menggenggam kontiku dan mulai memasukan ke memek sempit perawan dita

terlihat alis dita mengernyit dan ada air mata yang meleleh dari sudut matanya
"sakit ya sayang? tahan sebentar ya, ini mau aku masukin" kataku yang dijawab dengan anggukan kepala dita
aku melumat lembut bibinya, saat dita mulai menikmati lumatanku.. "aaaarrrrggghh.. sakit" jerit dita tertahan bibirku yang diiringi air mata yang meleleh dari sudut matanya sekali lagi
akhirnya dengan satu sontekan keras aku berhasil membobol keperawan sepupuku yang cantik ini meskipun harus mengorbankan bibirku di gigit hingga berdarah oleh dita

aku mendiamkan sebentar kontiku agar dita terbiasa

"tahan sayang, mulai aku gerakin. kamu tahan ya, pertamanya sakit. tapi lama kelamaan enak kok" aku pun mulai memaju-mundurkan kontiku
"sakit kak" kata dita
"panggil sayang donk"kata ku "tahan, sebentar lagi enak kok"
5 menit kemudian dita mulai merintih keenakan
aku pun semakin gencar memompa memek dita, memek sempit milik dita seakan mencengkram batang kontiku
kamipun mencoba doggy style dengan dita, tangan kananku menarik pundak dita membuat posisi tubuh dita sedikit menegak dan akupun mempercepat tusukan kontiku
membuat dita merintuh meracau keenakan..

"aarrgghh.. ahhh.. emmmhh, kaakkkk akkuuhhh mauuhh pipiisss lagi" mendengar teriakan dita aku semakin mempercepat sodokanku.. aku pun berhasil memberikan orgasme kedua untuk dita.. cairan kenikmatan bercampur darah membasahi kontiku berototku
dita lemas meketakan kepalanya di atas kasur
aku merasakan ada sepasang mata yang sedang mengawasi kami.. "aahh shit.. kenapa aku lupa kalo ada fina disini" umpatku dalam hati saat melihat fina hanya pura-pura tidur
"udah kepalang tangging, lanjutin aja deh" kataku.. aku pun mulai menata posisi tubuh dita.. aku membiarkan dia tengkurap dan langsung meluruskan kakinya.. posisi seperti ini
membuat memek semakin mencengkram kontiku
dita mulai merintih mengerang melenguh keenakan saat aku kembali memompa memek sempit tembebnya

"aahhh.. ahhhh, kak.. akuhh maauhh keleeuar lagi sayang"
"tungguhh sebentar sayang kita keluar bareng" kataku mempercepat pompa'an kontiku di memek dita

"aaaahhh.. ahhh.. crroootttt.. crooooottt.. crooottt" aku menembakan pejuku ke rahim dita..
aku dan dita orgasme bersama.. orgasme ke 3 dita malem ini

aku pun rebahan lemas diatas tubuh telanjang dita dengan batang konti yang masih menancap di memek dita


mataku menatap ke arah fina.. yang ternyata juga sedang menatapku, aku bisa melihat wajah fina memerah menahan nafsu dengan bantuan cahaya bulan



** 

1 komentar: