kisah seorang teman
Ini adalah kisah nyata dalam perjalanan hidupku kira-kira sepuluh tahun yang lalu, terjadi sebelum akhirnya
nasib mempertemukan aku dengan suamiku sekarang ini, dan kami telah 6 tahun menikah diagerahi 2 puteri
yang cantik, dan atas seijin suami tercinta pula kisah ini kutulis.
Namaku sebenarnya Warsini, waktu itu umurku baru 17 tahun, tinggal di kota asalku desa ...... di Kabupaten Indramayu, sebuah desa miskin dimana ayahku seorang buruh tani yang tidak punya sawah.
Aku mulai karirku sebagai panggilan setelah putus sekolah kelas 2 SMEA Haur*****s, aku putus sekolah karena tidak mau dikawinkan oleh ortu , jadilah aku berangkat ke Jakarta seperti teman-temanku yang lain, dengan perantara seorang GM pemilik salon di kota itu, koh Aming namanya.
Di Jakarta aku bekerja di salon Queen dibilangan Jembatan Lima, sebuah salon yang dilengkapi dengan kamar VIP untuk massage dan kolam renang kecil. Aku diajari macam2 keahlian salon, dari massage, manicure, roll dan lain-lain. Disana aku bekerja dengan 10 asisten capster yang rata-rata cantik dan sexy. Aku disana diminta memakai seragam celana pendek dan kaos ketat, termasuk juga dibelikan celana dalam yang kecil sekali dan BH yang bisa membuat payudaraku menyembul. Herannya, kalau sudah menjelang jam 5 sore seragam celana pendek diganti dengan bahan yang nerawang (transparan), jadi kalau dipakai tentu saja pangkal pahaku terlihat jelas dan hanya dibalut celana dalam kecil.
Pendek cerita, hanya dalam 2 bulan aku bekerja di Salon Queen, kenalanku sudah banyak, dari mahasiswa sampai oom-oom yang usianya udah kepala lima. Mereka selalu meminta servis lebih dariku, dari aku disuruh telanjang bulat waktu massage sampai diminta Hand-job, waktu itu aku masih menolak bila diajak ML disana, malu dan takut ketahuan....dan karena banyak tamu salon yang naksir aku, akhirnya aku dipekerjakan disebuah SPA di bilangan Lokasari. Karena kemiskinan itu pulalah yang membuat aku bulatkan tekad untuk bekerja ’apa saja’ seperti teman yang lain, karena setelah mereka setahun bekerja . mereka kelihatan makin cantik dan bisa pulang membawa uang banyak.
Pertama datang aku diantar menghadap Boss, Koh San, laki-laki telah berumur kira-kira 50 tahun, disertai dengan 2 orang pegawainya, satu perempuan – yang kemudian kukenal dengan nama mbak Ana, dan laki-laki baya bermata sipit yang aku yakin dia keturunan cina, walaupun kulitnya kehitaman. Aku ditanya apakah sudah siap kerja, kujawab , “Ya aku siap oom’’ , “dan apa sudah mengerti cara kerjanya Neng?“, kujawab “ Belum“
“Coba neng kamu lepas bajumu“ Aku lepas semua baju luarku, tinggal celana dalam dan BH-ku saja, aku sangat Pede karena banyak orang bilang kalau tubuhku bagus. Postur tubuhku yang 168 cm, berat 50 dan ukuran 34B, ditambah kulit tubuhku yang kuning-kecoklatan mulus, wajah cantik mirip Devi Permatasari (kata orang sih)
“ Semua neng !“ katanya memerintah.... aku lakukan perintahnya, aku telanjang bulat didepan tiga orang itu. Koh San dan lainnya berdiri mengelilingiku. ‘Bagus..!’ katanya, tidak ada cacat maupun panu. Buah dadaku kiri dan kananku dipegang sebentar
“Kamu harus rajin pakai minyak bulus Neng, supaya buah dadamu kencang dan besar“ katanya, lalu tangannya meraba seluruh jengkal tubuhku, meraba bagian kewanitaanku, dan meremas-remas pantatku, aku jadi panas dingin karena diperlakukan seperti itu sambil ada 2 orang lain yang memandangiku.
“Sekarang kamu pakai handuk ini, bajumu biar disini dulu, ikut Anna“ katanya sambil melemparkan handuk hijau, aku pakai handuk itu untuk menutupi tubuhku.
“Kamu akan diajari cara memijat dan servis tamu, perhatikan dan lihat cara servis tamu yang benar neng !“ kata mbak Anna.
“ Ayo ikut aku“ katanya. Mbak Anna jalan santai kekamar tempat pijat diikuti cowok tadi, yang matanya tidak pernah berkedip memandangi tubuhku. Disana aku lihat kolam renang kecil, kamar ’panas‘, dan tempat fitness dan juga ruang karaoke dan bar. Aku juga melihat boss orang cina yang sedang mandi di kolam VIP, ditemani oleh 2 cewek yang kelihatanya telanjang bulat
Kami bertiga masuk kedalam kamar, mbak Anna langsung melepas bajunya, tinggal BH dan CDnya yang kecil.
“Sini Boy tak servis“ katanya pada cowok tadi,
“Buka bajumu Boy, kamu duduk disana aja Rin, tarik kursinya dekat sini, perhatikan baik-baik“ katanya.
Cowok yang dipanggil Boy tadi melepas bajunya sampai telanjang bulat, dan kemudian naik ke ranjang pijat, disana telah ada mbak Anna yang duduk menunggu.
“Tamu disini umumnya nggak mau dipijat Rin, dan kamu baiknya langsung saja telanjang Rin, supaya tamunya cepat terangsang“ katanya
“Kalau ada yang minta caranya begini, perhatikan !“ , mbak Anna mulai memijati punggung Boy, kemudian betis dan paha Boy. Sampai pada pangkal paha boy, tangannya menggerayangi bagian belakang barang si Boy yang telungkup , kulihat Boy mulai kegelian. Kemudian mbak Anna mulai melepas BH dan CDnya,
“Gitu saja rin, hanya syarat, dan sekarang perhatikan aku mau servis Body Massage, boy kamu diam saja disitu“ katanya. Mbak Ana mengambil sabun cair khusus untuk body massage, setelah membasahi badannya dengan air hangat, dia melumuri badannya dengan sabun itu, kemudian ganti badannya si Boy dibasahi dan dilumuri sabun yang sama. Aku lihat Boy merem melek, dan senjatanya telah berdiri tegak.
Kemudian mbak Anna naik keranjang, menelungkup diatas Boy, kemudian dengan buah dadanya yang cukup besar, digosok-gosok dan diputar-putar diatas dada Boy, kemudian turun dibawah perut dan dipaha Boy, punting mbak Anna disenggolkan ke senjata siBoy, kemudian terus ke paha kiri dan kanan, balik lagi keatas.
“Balikin badanmu Boy“ katanya memerintah sambil kembali melumuri badannya sendiri dan punggung Boy dengan sabun. Kemudian mbak Anna kembali menggosok gosokan payudaranya dipunggung, pantat kemudian paha si Boy. Boy merem melek, kegelian, tapi mbak Anna kelihatan sudah ngos-ngosan kecapekan dan Mbak Anna segera turun dari ranjang,
“Nah begitu Rin, kamu harus sabar melayani tamu, kalau capek bisa istirahat sebentar” Aku sangat terkesima dan terkejut melihat pekerjaan Body massage yang nantinya harus aku lakukan terhadap tamu. Aku terkejut ketika Boy mendekati aku, dia masih telanjang bulat, dia memegang bahuku
“Sekarang kamu harus praktek Rin” katanya, aku diam saja sampai mbak Anna bilang
“Iya Rin, coba kamu praktekan, nanti kalau salah tak betulin” katanya sambil mengeringkan badannya.
“Kalau tamunya puas kamu akan dapat tips banyak, Boy kamu diam saja diranjang, dan jangan kurang ajar ke Rini ya”
Boy nyengir saja, dengan berat hati aku lepas handuk satu-satunya yang menutupi tubuhku, kubulatkan tekadku, dan aku basahi tubuhku dengan air hangat dan sabun seperti mbak Anna tadi.
“Asyik nih, gue mau diservis cewek cantik” kata Boy sambil nyengir kearahku. Aku basahi lagi badan Boy dengan sabun, sampai pada burungnya yang tegak, aku sengaja melumuri dengan sabun cair dan sengaja aku elus agak lama.
“Waduh, bisa keluar nih” katanya,aku tak perduli, aku terus melumuri sabun cair sampai belahan pantatnya. Lalu aku lakukan pijat payudara seperti mbak Anna tadi, aku tempelkan seluruh tubuhke ke badan Boy yang telanjang, perlahan aku putar buahdadaku di dada Boy, putar-putar 3 kali, tak sadar vaginaku menyentuh batang si Boy yang sudah tegang penuh, tapi karena licin, batang itu hanya bergerak-gerak dipangkal pahaku, Boy kegelian, tangannya meremas pantatku, kadang-kadang ingin meremas payudaraku tapi tak berhasil, karena selalu aku gerakan dan aku putar.
“Sudah bagus Rin, sebentar aku mau ambil Kondom” kata mbak Anna, aku sempet berpikir kondom buat apa, tapi dia keburu keluar kamar. Kuteruskan praktek body massage ke Boy, tangannya kurang ajar mencoba memasukkan jarinya kevaginaku. Aku bergerak turun, kuputar-putar buah dadaku di penisnya sampai ke kantung penisnya, dia merem melek.
“Mas Boy tolong badannya dibalik” kataku.
“Yang sini belum Rin” katanya sambil menunjuk bahunya, aku geser badanku keatas, karena licin buah dadaku sampai kedepan mukanya, dia menciumi buah dadaku, aku kaget, tapi aku diam saja.
“Duh, aku nggak tahan Rin” tiba-tiba dia bangkit, aku terkejut dan terpeleset, kesamping badannya,
“Rin aku yang ganti mijat, aku nggak tahan Rin” katanya,
“Jangan Boy, nanti mbak Ana marah lho” kataku, dia tetap nekad, jadinya sekarang terbalik, aku yang telentang diranjang, Boy yang duduk sambil meremas buah dadaku, meraba vagina dan seluruh jengkal tubuhku.
‘Dimasukin sebentar ya Rin’ katanya
‘Jangan Boy, aku nggak mau !’ protes.
‘Nanti kalau kamu sama tamu juga harus mau Rin, sebentar saja ya’, tangannya memegang rudalnya yang siap dimasukin ke vaginaku, tiba-tiba suara pintu terbuka dan mbak Anna masuk.
‘Hei kamu lagi ngapain, turun Boy, jangan kurangajar pada anak baru’ perintahnya, boy agak blingsatan turun dari ranjang.
’Mandi sini boy, aku mau ajarin Rina servis tamu’ kata mbak Anna.
Boy turun dan mandi, dimandiin mbak Anna,
“Gini Rin, badannya tamu sesudah dibersihkan dicuci pakai Betadine, sabun merah ini, juga barangnya” katanya santai.
Aku perhatikan nmak Ana mencuci barangnya Boy, aku ikut mandi disampingnya, setelah mandi, mbak Anna dan Boy kembali ke ranjang, boy telentang di ranjang, mbak Anna mengocok rudalnya Boy.
“Sekarang perhatikan Rin, biasanya tamu setelah body massage minta main, kamu harus mau karena bayarannya dobel“ katanya santai, sementara dia masih mengocok batang Boy yang tidak kunjung berdiri.
“Kita harus servis tamu, kalau kamu ragu-ragu pakein aja kondom, tapi biasanya tamu nggak mau pakai kondom kalau diisep“ katanya enteng. Aku jadi merinding, karena ternyata aku nanti harus mengulum penisnya tamu. Meskipun aku sudah pernah melakukannya, tapi aku merasa tidak biasa.
“Ini Boy aku pakein kondom, aku nggak mau isep Boy tanpa kondom,..... hey Boy kenapa nggak bisa bangun nih“
“Habis yang ngocok mbak Anna sih, tiap hari ketemu” kata Boy
“Rin kesini, bantuin ini“ kata mbak Anna sambil bangkit melepas BH dan CDnya lagi.
Aku duduk ditepi ranjang, memegang rudal Boy mengocoknya pelan, Boy menarik handuk dari tubuhku.
“Nanti kamu diapain saja sama tamu harus mau Rin“ kata Boy, aku diam saja ketika Boy mengusap payudaraku, kemudian memintir puntingnya perlahan, aku tidak merasakan apa-apa karena pikiranku masih tidak menentu.
Pelan-pelan rudal Boy bangkit, lama-lama makin keras.
“Pasangin kondomnya Rin“ perintah mbak Anna
“Kamu harus pandai pura-pura terangsang Rin kalau tamunya lagi ngerjain kamu” kata Boy.
Setelah kondom terpasang, mbak Anna naik ranjang lagi.
“Perhatiin Rin, kamu servisnya harus urut seperti ini, dan kamu disitu saja dulu, jangan turun dulu, kadang-kadang tamu minta diservis dua cewek...“
Mbak Anna mulai menjilat leher dan belakang telinga si Boy, aku diam saja setengah berbaring disisi Boy, sementara tangan Boy masih rajin meraba dan mengelus buah dadaku.
Kemudian turun menjilati kedua punting si Boy, bergantian sebelah kiri dan kanan, Boy mulai kegelian, tambah sering meremas buah dadaku – kelihatannya dia tak berani menyentuh buah dada mbak Anna, jadinya punyaku yang jadi sasaran.
Mbak Anna turun lagi kearah lipatan paha Boy, menjilati samping batang penis Boy, tapi tak kunjung dikulum, malah terus menjilatin paha Boy.
Boy blingsatan, malah menarik punggungku dan berusaha mengulum punting, buah dadaku, aku tidak bereaksi dan terus melihat mbak Anna.
Kala itu perasaanku campur aduk, antara menolak, agak jijik, dan bayangan akan kemiskinan yang selalu menghantui bila aku tidak melakukan pekerjaan seperti ini, silih berganti dibenakku.
Kepalang basah lah ! pikirku, aku tidak berkonsentrasi ketika bibir Boy akhirnya dapat menangkap punting buah dadaku, jangankan terangsang, terasapun tidak karena pikiranku kacau.
Akhirnya aku sampai melihat mbak Anna menjilati seputar batang Boy, kemudian mengulumnya, dilepas lagi, dijilatin buah pelirnya dan dikulum lagi, Boy merem melek ikut menjilati puntingku, aku diam saja, terlintas bayangan dosa dibenakku...........
Tiba-tiba mbak Anna bangkit dan turun dari ranjang, “Sudah Rin terusin…..” katanya
Aku kaget dan terdiam “Maaf mbak aku belum siap kalau sekarang...“ kataku.
“Cobalah Rin...“ kata Boy kegirangan, “dan kau harus pura-pura mendesah nafsu“
Aku diam saja.
“Ya cobalah Rin, mulai dari atas“ kata mbak Anna.
Karena aku tidak mau membuat masalah pada hari pertamaku kerja, aku menurut saja, kubulatkan tekadku, dan mulai menjilat leher Boy. Boy menahan bahuku, malah dia yang melorot turun mengecupi buah dadaku yang menggantung indah, puntingku dijilat bergantian.
Aku terus mempraktekkan teori servis ala kartika yang baru dicontohkan mbak Anna, aku ganti menjilatin puntingnya Boy dengan mendesah pura-pura bernafsu, terus turun diselangkangan Boy, aku jilat pangkal pahanya, dan tanganku masih rajin mengelus batangnya......tiba-tiba, “Uuuuh.......“ lenguh Boy, dan kemudian crot....crot....crot..... Boy keluar tanpa dapat dikontrol lagi.
Aku kaget, karena tidak mengira Boy keluar secepat itu, dan tidak siap Spermanya membasahi seputar leherku dan ke rambut, untung tidak masuk mulut.
Mbak Anna tertawa cekikikan, aku jijik langsung melompat ke shower membersihkan sperma Boy dari Tubuhku.
Itulah pengalaman pertamaku mulai karir sebagai wanita pemijat, di Spa yang ternyata sangat terkenal dengan pijat exotic ala “Thailand “, dan aku dapat Nomor panggilan 102 dan khusus hanya masuk siang, karena tamunyapun sopan-sopan, kebanyakan bapak-bapak yang mau BSB (bobok siang bareng) dengan sex kilat.
Hari hari pertamaku kulalui dengan sukses, walaupun aku masih sering jijik kalau melihat penis tamu yang bentuk dan ukurannya macam-macam. Ada yang orangnya kurus tinggi tapi penisnya besar, kalau yang gemuk biasanya kecil
Aku biasa melayani tamu 2-4 kali dalam sehari pada bulan-bulan pertama aku kerja, tapi pada bulan ketiga tamuku naik menjadi 4-6 tamu dalam sehari, banyak yang membooking aku 2 jam.
Sekedar informasi, kala itu (tahun 2001 - 2003), kalau anda massage ke sana, bayar kamar Rp. 100.000,- dan kalau servis Body Massage anda harus kasih ke ceweknya Rp 200.000 ,- dan kalau sama main, anda harus mengeluarkan lagi Rp. 250.000 dari kocek, tapi temenku ada yang buka harga Rp. 400.000 untuk body massage sekaligus main.
Kalau urusan body massage dan main, ya rata-rata begitulah, standard saja, tapi yang lebih repot adalah melayani tamu yang biasanya sudah berumur, habis dipijat, minta ditemani di jacuzzi dan aku disuruh telanjang bulat saat renang.
Akupun mulai belajar memenuhi keinginan fantasy sexual para tamu, dengan masuk berdua maupun bertiga (three in one, dengan 2 cewek ) , tapi dengan dengan rayuanku aku bisa memaksa para tamu untuk bercinta two in one atau three in one, jadi aku tidak terlalu capek untuk menservis tamu.
Dan kadang-kadang kalau three in one, aku bagian yang main saja, yang body massage dan servis temanku yang lain.
Aku nggak mau kalau tamu minta servis bergantian, karena aku masih jijik bila mengulum tamu bekas ludah temanku sendiri, paling-paling ya aku servis (mandi kucing dan ngemut) dan mainnya sama temanku, atau sebaliknya.
Aku juga makin pandai dalam berimprovisasi melayani tamu, begitu juga improvisasi cara mengulum (blow Job), biasanya aku mulai dari leher, turun ke bahu...sambil mengecup punting bergantian – semeentara tangan kananku mengelus burungnya. Blowjob mulai dari sisi paha sebeelah kiri atau kanan, naik ke telurnya...... tapi aku belum memasukkan batangnya kemulutku, supaya tamu tambah penasaran.......
Setelah lidahku main-main dibuah pelirnya, sesekali bibirku menyentuh ujung penisnya,dan setelah sepuluh menit aku masukkan batang penisnya, kukulum, jilat, sedot sampai deepthroat, sementara kupejamkan mataku menikmati keenyalnya otot penis tamuku.
Kalau ada tamu yang minta dari belakang atau miring – dimasukkan dari samping aku mau saja, karena sambil meraba buah dadaku, kebanyakan mereka cepat sekali keluarnya, paling-paling 5 menit sudah keluar, tapi kalau ada tamu yang susah keluarnya, daripada aku capai, sambil kugoyang aku biasanya pura-pura kejang dan teriak’….mas..mas…och..aku keluar!” pasti dia ikut keluar.
Aku paling nggak suka kalau tamu menyuruhku diatas (woman on top), aku tidak dapat mengontrol keluar-masuknya penis, dan kalau penisnya keras biasanya mengganjal didalam rahim.
Kalau tamunya bule, mereka paling seneng malah gaya WOT itu, jadinya aku malah sering sampai orgasme. Selain penisnya kras dan kenyal, biasanya bule mengajak french kiss yang membawaku kealam romantis.
Banyak tamu yang selalu kembali membokingku, banyak yang bilang kalau si Rini badannnya bagus, ada yang bilang BJnya enak dan lain-lain, tapi memang yang paling banyak dikomentari tamu adalah badanku bagus.
Karena aku hanya masuk siang, langganankupun bukan orang sembarangan, banyak orang yang aku tahu sering masuk TV, dari pemain bulutangkis ngetop, pemusik, bintang film /pembawa acara yang sekarang masih sering nongol di acara MMA di RCTI.
Itulah kisah awalku menjadi pelacur professional, pengalaman ku melayani tamu, akan kuceritakan secara rinci sesuai dengan kejadian sesungguhnya – pengalaman yang lebih seru aakan aku tulis pada episode mendatang.

Agen SBOBET - Agen CASINO - Agen TANGKAS - Agen POKER - Agen Judi Online - Agen 988BETONLINE
BalasHapusAgen Judi Online
Agen Bola Online
Agen Bola Terbaik
Agen Judi Bola
Agen Judi Kasino
Dari Selatan Mengancam Takhta Si Nyonya Tua
Ada Jasa Pogba Pada Transfer Matuidi ke Juve
Cedera Kambuhan Howedes Tunda Debutnya
Pesawat Tempur AS Dekati Wilayah Korut
Trump Terbitkan Larangan Perjalanan Baru ke Tiga Negara